bergerak menggapai impian untuk indonesia yang sejahtera…

Kuasa Imajinasi untuk Indonesia

Oleh Julai Tjung

Imajinasi adalah daya khayal, khayalan, daya pikir untuk membayangkan atau menciptakan gambar-gambar, karangan dan sebagainya. (diambil dari kamus bahasa Indonesia Drs. Ahmad A.K. Muda).

Imajinasi timbul di dalam pikiran kita dari proses melihat dan mendengar atau dengan kata lain melihat dan mendengar adalah pintu utama untuk imajinasi, apa yang kita lihat dan dengar akan menentukan hal-hal apa yang akan kita imajinasikan. Imajinasi mempunyai kuasa / kekuatan, imajinasi akan membuat fisik kita mewujudkan apa yang pikiran kita imajinasikan. Imajinasi akan membuat kita seperti magnet untuk menarik segala sesuatu di luar kita / sekitar kita untuk bersama-sama mewujudkan apa yang kita imajinasikan menjadi kenyataan.

Kebanyakan orang pada umumnya menggunakan imajinasi mereka hanya untuk mengimajinasikan hal-hal yang berhubungan dengan materi dan hanya untuk diri sendiri, tidak banyak dari kita yang mau menggunakan imajinasi dalam hal yang lainnya. Bahkan cenderung tidak tahu bahwa imajinasi dapat digunakan dalam segala aspek kehidupan.

Saya akan memberikan contoh kekuatan dari imajinasi yang dipergunakan dengan benar dan bila dipergunakan secara salah.

Salah satu contoh kekuatan imajinasi yang dipergunakan secara benar adalah seperti kita ketahui, di dalam dunia bisnis, imajinasi bukanlah suatu hal yang baru. Kisah orang-orang sukses yang kita ketahui banyak dimulai dari imajinasi mereka.

Pernah saya menonton acara Kick Andy di Metro TV yang saat itu mewawancarai pengusaha-pengusaha Indonesia yang sukses di usia muda. Dari hasil wawancara tersebut ada dua narasumber yang menggunakan imajinasi mereka sebelum mereka sukses seperti sekarang, yang satu seorang wanita bernama Merry Riana yang mempunyai bisnis sukses di Singapore, dia mengimajinasikan bahwa dia akan memiliki sejumlah uang tertentu pada saat usianya mencapai 30 tahun. Dan yang satu lagi seorang pria bernama Febrian Agung Budi Prasetyo yang sekarang ini mempunyai usaha penjualan pulsa eletrik yang menghasilkan omset miliaran bahkan triliun, yang dulunya pernah mengimajinasikan bahwa di buku tabungannya akan tertulis angka 1 miliar, yang bahkan dia tuliskan di buku tabungannya sebelum dia memiliki uang tersebut, walaupun karena hal tersebut dia sering ditertawakan oleh kasir bank yang melayani dia. Sekarang kedua orang tersebut sudah menikmati apa yang mereka imajinasikan.

Sedangkan contoh apabila kekuatan imajinasi dipergunakan secara salah:

Selama ini masyarakat dan aparat negara sibuk memberantas pornografi dari negeri ini, karena kita semua menyadari bahwa pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada generasi negeri ini. Pornografi dapat membuat orang yang melihatnya untuk terus mempergunakan bagian imajinasinya untuk terus mengimajinasikan apa yang telah mereka lihat dan dengar, sehingga sulit untuk fokus mengimajinasikan hal lain.

Ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan apabila kita menggunakan imajinasi untuk hal-hal yang negatif, contohnya adalah beberapa dampak pornografi pada anak menurut Dr Adre Mayza Sp.S(K) dan Ibu Elly Risman adalah sebagai berikut :
1.    Bagian depan otak yang mengatur gerak dan perilaku akan menyusut. Bisa berpengaruh pada berkurangnya rasa tanggung jawab.
2.    Neuron transmitter, yakni bagian otak yang mengontrol pada kesenangan, bekerja secara berlebihan. Pada saat dewasa mereka akan berperilaku hanya berdasarkan kesenangan saja, sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.
3.    Ketidakmampuan mengontrol batasan perilaku, akibatnya kecendrungan untuk mudah depresi lebih besar.
4.    Saat dewasa anak-anak yang biasa menyaksikan pornografi hanya memandang wanita sebagai objek seksual saja.
5.    Ada kemungkinan melakukan kekerasan seksual dan phedophilia.
Singkatnya ibu Elly Risman mengatakan bahwa jika narkoba menyebabkan 3 syaraf otak rusak, maka pornografi menyebabkan lebih banyak kerusakan pada syaraf yaitu 5 syaraf  (data diambil dari http://sdmtponorogo.com/component/content/article/40-serba-serbi/131-pornografi.html ).

Kita sudah bisa membayangkan seperti apa Indonesia ini apabila generasi penerusnya adalah mereka yang imajinasinya dipenuhi oleh hal-hal negatif. Kita semua pasti menginginkan negara yang dibangun atas pengorbanan tumpahan darah para pejuangnya tidak semakin terpuruk dari tahun ke tahun, kita mengharapkan negara ini akan kembali berjaya seperti yang ditulis dan dinyanyikan para pendahulu kita, “Indonesia sejak dulu kala tetap di puja-puja bangsa.”

Salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa adalah bagaimana menghasilkan generasi yang bisa membawa bangsa tersebut ke arah yang lebih baik dan benar. Dan saya percaya melalui penanaman imajinasi yang positif pada generasi bangsa ini adalah salah satu cara untuk membangkitkan Indonesia kembali, yang saat ini mungkin masih sedikit atau malah belum pernah ditanamkan pada generasi negeri ini.

Maukah kita sebagai orang dewasa yang telah mengerti mengenai kuasa imajinasi untuk menggunakan imajinasi kita bukan hanya untuk kepuasan kita semata dan mulai membawa anak-anak negeri ini untuk mulai mempergunakan imajinasinya untuk kemajuan bangsa ini?

Dan maukah kita untuk lebih memilih lagi hal-hal apa yang akan kita dengar dan lihat?

Dari hal-hal sederhana, kita mulai memperbaharui bagian imajinasi kita, bisakah kita membayangkan sungai-sungai di sekitar kita adalah tempat kehidupan untuk ikan-ikan, tempat mengalirnya air-air bersih, salah satu tempat transportasi umum ditempatkan, bukannya tempat pembuangan akhir yang terbesar di seluruh dunia, bisakah kita mengimajinasikan bahwa orang-orang yang mencintai Tuhan dan rakyatnya akan memimpin bangsa ini, bisakah kita mengimajinasikan bahwa kekayaan bangsa ini akan dinikmati oleh setiap individu di negeri ini dengan bertanggung jawab, bisakah kita mengimajinasikan tidak ada lagi tawuran antar kampung, antar mahasiswa dan antar suku, bisakah kita mengimajinasikan keteraturan telah menjadi keseharian yang tak terbantahkan di negeri ini, bisakah kita mengimajinasikan bahwa pemberitaan media tentang Indonesia berisi mengenai prestasi bangsanya, bisakah kita mengimajinasikan Indonesia akan menjadi pelopor pemersatu dunia?

Maukah kita mengganti imajinasi kita mengenai Indonesia untuk kita ceritakan dan kita imajinasikan bersama generasi penerus kita?

Bisakah kita mengimajinasikannya, maukah kita mengganti dongeng-dongeng sebelum tidur, putri salju, cinderlela, kesatria berkuda yang mengalahkan naga besar dan lainnya dengan berimajinasi mengenai Indonesia ini dengan anak-anak kita, dengan keponakan kita, dengan cucu kita, sampai kita atau sampai generasi kita melihat apa yang kita imajinasikan bersama mereka telah terwujud, karena kita percaya imajinasi akan menarik kita dan mereka untuk mewujudkan apa yang telah kita lihat bersama di pikiran kita.

Jadi tunggu apa lagi, mari kita berimajinasi untuk Indonesia, karena Indonesiaku adalah Indonesiamu!

Leave a comment